BRMP Buah Tropika Ikuti Workshop Aplikasi Manajemen Risiko Kementan
03 November 2025 – Kementan melalui Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal menyelenggarakan Sosialisasi dan Workshop Aplikasi Manajemen Risiko secara daring pada Senin (3/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja berbasis risiko melalui pemanfaatan teknologi informasi yang inovatif.
Aplikasi Manajemen Risiko Kementan dikembangkan sebagai sarana pendukung penerapan manajemen risiko yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi di seluruh unit kerja. Dengan aplikasi ini, proses identifikasi, analisis, mitigasi, serta pemantauan risiko diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terdokumentasi.
Acara dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan, Seta Rukmalasari Agustina, S.P., M.M.A., M.Sc., yang dalam arahannya menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko bukan hanya kewajiban administratif, melainkan budaya kerja yang harus dibangun bersama.
Selanjutnya, narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyampaikan materi bertajuk “Membangun Budaya Sadar Risiko untuk Mendukung Pencapaian Kinerja dan Tujuan Organisasi”. Pemaparan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sistem pengendalian intern dan manajemen risiko dalam memperkuat efektivitas organisasi publik.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unit kerja di bawah Kementan, termasuk Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika (BRMP Buah Tropika) yang turut berpartisipasi aktif melalui tim Unit Pengelola Risiko BRMP Buah Tropika. Kehadiran tim Unit Penglola Resiko BRMP Buah Tropika menunjukkan komitmen balai tersebut dalam mengintegrasikan pendekatan manajemen risiko ke dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, khususnya di bidang perekayasaan, pengujian, dan pengembangan tanaman buah tropika.
Sesi workshop juga menampilkan pemaparan dan praktik langsung penggunaan Aplikasi Manajemen Risiko Kementan, yang dipandu oleh tim pengembang aplikasi. Peserta diajak memahami konsep, fitur utama, serta melakukan simulasi input data risiko secara langsung.